Waktu membaca 10 Menit

Market Maker: Cara Kerja dan Perannya dalam Perdagangan

Market maker adalah pihak yang secara aktif menyediakan harga beli dan jual untuk suatu aset agar transaksi dapat berlangsung lebih lancar. Mereka membantu menciptakan likuiditas, mempersempit bid-ask spread, dan mendukung pembentukan harga, tetapi juga menghadapi risiko inventory, volatilitas, teknologi, dan persaingan.

Market maker adalah pihak yang secara aktif menyediakan harga beli dan jual untuk suatu aset agar transaksi dapat berlangsung lebih lancar. Mereka membantu menciptakan likuiditas, mempersempit bid-ask spread, dan mendukung pembentukan harga, tetapi juga menghadapi risiko inventory, volatilitas, teknologi, dan persaingan.

Poin Penting

  • Market maker menyediakan harga bid dan ask secara berkelanjutan.
  • Mereka membantu mempercepat transaksi dan menjaga likuiditas pasar.
  • Selisih bid-ask spread menjadi salah satu sumber pendapatan market maker.
  • Market maker menghadapi risiko inventory, adverse selection, dan gangguan teknologi.
  • Peran market maker berbeda dari broker maupun trader biasa.

Market maker adalah pihak yang membantu memastikan investor dapat membeli atau menjual aset tanpa harus menunggu lawan transaksi tertentu. Mereka menampilkan harga beli dan harga jual secara berkelanjutan agar perdagangan tetap berjalan.

Ketika investor memasukkan order saham, transaksi dapat selesai dalam hitungan detik karena terdapat pembeli atau penjual yang tersedia. Dalam banyak kasus, market maker menjadi pihak yang mengambil sisi berlawanan dari transaksi tersebut.

Keberadaan market maker membantu menciptakan likuiditas, mempersempit bid-ask spread, dan mendukung proses pembentukan harga. Namun, aktivitas ini juga melibatkan risiko karena market maker perlu menyimpan inventory dan menghadapi perubahan harga yang cepat.

Apa Itu Market Maker?

Market maker adalah perusahaan atau individu yang secara aktif menawarkan untuk membeli dan menjual suatu aset. Mereka memasang dua harga sekaligus, yaitu bid dan ask.

Bid adalah harga tertinggi yang bersedia dibayar market maker ketika membeli aset. Ask adalah harga terendah yang bersedia mereka terima ketika menjual aset.

Selisih antara kedua harga tersebut disebut bid-ask spread. Spread menjadi salah satu sumber pendapatan market maker sekaligus kompensasi atas risiko yang mereka tanggung.

Sebagai contoh, suatu saham memiliki kuotasi:

  • Bid: US$50,00
  • Ask: US$50,05

Investor yang ingin menjual saham dapat menerima harga bid US$50,00. Investor yang ingin membeli harus membayar harga ask US$50,05.

Selisih US$0,05 per saham menjadi potensi pendapatan kotor market maker. Nilainya terlihat kecil, tetapi dapat menjadi signifikan ketika transaksi dilakukan dalam volume besar.

Market maker tidak selalu memperoleh keuntungan dari setiap transaksi. Jika harga bergerak tajam sebelum inventory berhasil dijual atau dilindungi, kerugian dapat melebihi spread yang diterima.

Mengapa Pasar Membutuhkan Market Maker?

Pembeli dan penjual tidak selalu datang pada waktu yang sama. Tanpa pihak yang bersedia menyediakan kuotasi, investor mungkin harus menunggu lebih lama atau menerima harga yang jauh dari nilai pasar.

Market maker mengurangi ketidakseimbangan tersebut dengan membeli aset dari pihak yang ingin menjual dan menjual aset kepada pihak yang ingin membeli. Mereka sementara menyimpan aset tersebut dalam inventory.

Peran ini penting pada saham, ETF, options, obligasi tertentu, serta instrumen lain yang membutuhkan aktivitas perdagangan berkelanjutan.

Menyediakan Likuiditas

Likuiditas menggambarkan seberapa mudah aset dapat dibeli atau dijual tanpa menggerakkan harga secara signifikan. Market maker membantu meningkatkan likuiditas dengan menyediakan harga beli dan jual.

Investor tidak perlu selalu menemukan pembeli atau penjual secara langsung. Kuotasi market maker memberikan kesempatan untuk mengeksekusi transaksi dengan lebih cepat.

Pada aset yang sangat aktif, terdapat banyak market maker dan pelaku pasar yang bersaing. Pada aset dengan volume lebih rendah, peran mereka menjadi semakin penting.

Namun, likuiditas tidak selalu tetap. Ketika volatilitas meningkat, market maker dapat memperlebar spread atau mengurangi ukuran kuotasi untuk melindungi diri dari risiko.

Mempersempit Bid-ask Spread

Persaingan antar-market maker dapat membuat bid-ask spread semakin sempit. Setiap pihak berusaha menawarkan harga yang lebih kompetitif agar memperoleh order.

Spread yang sempit membantu mengurangi biaya transaksi tidak langsung bagi investor. Perbedaan antara harga membeli dan menjual menjadi lebih kecil.

Saham perusahaan besar biasanya memiliki spread yang relatif sempit karena volume dan jumlah pelaku pasarnya tinggi. Sebaliknya, saham yang kurang likuid cenderung memiliki spread lebih lebar.

Spread juga dapat berubah sepanjang hari. Pengumuman laba, berita perusahaan, atau volatilitas pasar dapat meningkatkan ketidakpastian dan membuat spread melebar.

Mendukung Pembentukan Harga

Market maker ikut berperan dalam price discovery atau proses pembentukan harga. Kuotasi mereka disesuaikan berdasarkan supply, demand, berita, volatilitas, dan kondisi order book.

Jika tekanan beli meningkat, harga bid dan ask dapat dinaikkan. Jika tekanan jual bertambah, kuotasi dapat diturunkan untuk mencerminkan kondisi pasar terbaru.

Harga pasar tidak ditentukan oleh satu market maker. Kuotasi dari banyak pihak, transaksi investor, dan informasi baru secara bersama-sama membentuk harga.

Karena terdapat persaingan, market maker yang menawarkan harga kurang menarik berisiko kehilangan order kepada tempat eksekusi lain.

Bagaimana Cara Kerja Market Maker?

Market maker bekerja dengan mengelola inventory aset. Mereka membeli ketika investor menjual dan menjual ketika investor membeli.

Tujuannya bukan semata-mata memprediksi arah harga dalam jangka panjang. Fokus utama mereka adalah menyediakan likuiditas sambil mengendalikan risiko dari posisi yang dimiliki.

Contoh Transaksi Market Maker

Anggap market maker memasang kuotasi:

  • Bid: US$50,00
  • Ask: US$50,05

Seorang investor memasukkan market order untuk membeli 100 saham. Market maker menjual 100 saham pada harga ask US$50,05 sehingga nilai transaksi mencapai US$5.005.

Kemudian, investor lain menjual 100 saham. Market maker membeli saham tersebut pada harga bid US$50,00 dengan nilai US$5.000.

Dalam ilustrasi sederhana ini, selisih transaksi mencapai US$5. Namun, perhitungan nyata juga dipengaruhi biaya, pergerakan harga, hedging, dan kecepatan eksekusi.

Jika harga turun sebelum market maker berhasil menjual saham yang dibeli, mereka dapat mengalami kerugian. Spread tidak selalu cukup untuk menutupi perubahan harga tersebut.

Mengelola Inventory

Inventory adalah jumlah aset yang dimiliki atau menjadi eksposur market maker. Posisi yang terlalu besar meningkatkan risiko ketika harga bergerak berlawanan.

Jika market maker memiliki terlalu banyak saham, mereka dapat menurunkan bid agar tidak terus membeli. Mereka juga dapat menawarkan ask lebih rendah untuk menarik pembeli.

Sebaliknya, jika inventory terlalu kecil, market maker dapat menaikkan bid untuk menarik lebih banyak penjual. Penyesuaian harga membantu menjaga posisi tetap seimbang.

Market maker juga dapat melakukan hedging menggunakan futures, options, saham lain, atau instrumen terkait. Tujuannya adalah mengurangi risiko arah harga.

Bagaimana Teknologi Mengubah Peran Market Maker?

Sebagian besar market making modern dilakukan dengan algoritma. Sistem komputer dapat memantau banyak instrumen sekaligus dan menyesuaikan kuotasi dalam hitungan milidetik.

Algoritma mempertimbangkan harga, volume, market depth, volatilitas, dan ketidakseimbangan order. Data tersebut digunakan untuk menentukan harga serta ukuran bid dan ask.

High-frequency Market Making

High-frequency trading atau HFT menggunakan sistem berkecepatan tinggi untuk memasukkan, mengubah, dan membatalkan order. Sejumlah perusahaan HFT beroperasi sebagai market maker.

Mereka berusaha memperoleh margin kecil dari transaksi dalam jumlah besar. Karena keuntungan per transaksi sangat tipis, kecepatan dan volume menjadi faktor penting.

Sebagian perusahaan menempatkan server dekat dengan infrastruktur bursa untuk mengurangi latency. Perbedaan waktu yang sangat kecil dapat memengaruhi peluang eksekusi.

Namun, teknologi juga menimbulkan risiko. Gangguan jaringan, kesalahan algoritma, atau data yang tidak akurat dapat menghasilkan posisi yang tidak diinginkan dalam waktu cepat.

Market Making pada Options

Market making options lebih kompleks karena harganya dipengaruhi beberapa faktor. Selain harga aset dasar, market maker perlu memperhitungkan strike price, volatilitas, dan waktu menuju jatuh tempo.

Mereka juga memantau Greeks seperti delta, gamma, theta, dan vega. Masing-masing menggambarkan sensitivitas harga options terhadap faktor tertentu.

Market maker options sering menggunakan delta hedging untuk mengurangi risiko arah harga. Posisi lindung nilai perlu terus disesuaikan karena nilai Greeks berubah mengikuti kondisi pasar.

Apa Risiko yang Dihadapi Market Maker?

Market maker adalah penyedia likuiditas, tetapi bukan berarti mereka bebas dari kerugian. Mereka menghadapi risiko yang berasal dari perubahan harga, informasi, teknologi, serta persaingan.

Risiko inventory

Inventory risk muncul ketika market maker menyimpan aset dan harganya bergerak berlawanan. Semakin besar posisi, semakin besar pula potensi kerugiannya.

Sebagai contoh, market maker membeli banyak saham ketika tekanan jual tinggi. Jika kemudian muncul berita negatif dan harga jatuh, nilai inventory ikut menurun.

Market maker dapat memperlebar spread untuk mengompensasi risiko. Namun, langkah tersebut belum tentu cukup ketika pergerakan harga sangat tajam.

Adverse selection

Adverse selection terjadi ketika market maker bertransaksi dengan pihak yang memiliki informasi atau analisis lebih baik. Mereka dapat membeli tepat sebelum harga turun atau menjual sebelum harga naik.

Misalnya, sebuah berita publik baru mulai menyebar dan investor bereaksi lebih cepat. Market maker yang masih menggunakan kuotasi lama dapat menjual terlalu murah atau membeli terlalu mahal.

Untuk mengurangi risiko, sistem mereka memantau volume tidak biasa, perubahan order book, dan berita pasar. Kuotasi dapat diperbarui atau ditarik ketika ketidakpastian meningkat.

Risiko teknologi

Market making modern sangat bergantung pada perangkat lunak, data, dan koneksi. Gangguan sistem dapat membuat order terlambat, salah harga, atau tereksekusi dalam jumlah yang tidak diinginkan.

Karena transaksi dilakukan dengan cepat dan dalam skala besar, kesalahan kecil dapat menghasilkan kerugian besar. Perusahaan biasanya menggunakan batas posisi, kill switch, dan sistem pengawasan otomatis.

Risiko persaingan

Banyak market maker bersaing untuk mendapatkan aliran order. Persaingan ini mempersempit spread sehingga margin keuntungan per transaksi menjadi lebih kecil.

Kondisi tersebut menguntungkan investor, tetapi menuntut market maker meningkatkan efisiensi. Mereka perlu mengelola biaya, teknologi, dan volume dengan sangat ketat.

Apakah Market Maker Dapat Memanipulasi Harga?

Market maker memasang harga bid dan ask, tetapi tidak bebas menentukan harga sesuka hati. Kuotasi mereka harus bersaing dengan pihak lain dan mengikuti supply serta demand.

Jika satu market maker menawarkan harga yang terlalu mahal, broker dapat mengarahkan order ke tempat lain yang memberikan eksekusi lebih baik.

Manipulasi pasar tetap dapat terjadi, tetapi aktivitas tersebut ilegal dan berbeda dari fungsi market making normal. Regulator mengawasi praktik seperti spoofing, layering, dan kuotasi palsu.

Market maker juga dapat mengalami kerugian saat pasar bergerak cepat. Mereka tidak selalu berada di sisi yang menguntungkan dalam setiap transaksi.

Spread yang melebar juga tidak otomatis menunjukkan manipulasi. Kondisi tersebut dapat mencerminkan peningkatan volatilitas, ketidakpastian, atau penurunan likuiditas.

Apa Perbedaan Market Maker, Broker, dan Trader?

Market maker, broker, dan trader sama-sama terlibat di pasar, tetapi memiliki fungsi berbeda.

Market maker

Market maker adalah pihak yang menyediakan kuotasi bid dan ask serta bersedia menjadi lawan transaksi. Fokus utamanya adalah menyediakan likuiditas dan mengelola inventory.

Mereka biasanya memiliki horizon sangat pendek dan berusaha menjaga posisi tetap netral atau terlindungi.

Broker

Broker bertindak sebagai perantara antara investor dan pasar. Broker menerima order, lalu meneruskannya ke bursa, market maker, atau tempat eksekusi lainnya.

Broker memiliki kewajiban mencari eksekusi yang wajar bagi nasabah. Sebagian perusahaan broker memiliki divisi market making, tetapi kedua fungsi tersebut tetap berbeda.

Trader dan investor

Trader atau investor mengambil posisi dengan harapan harga akan naik atau turun. Tujuan utamanya adalah memperoleh keuntungan dari perubahan nilai aset.

Market maker tidak selalu mengambil pandangan arah yang sama. Mereka lebih fokus pada spread, volume, kecepatan transaksi, dan risiko inventory.

Bagaimana Regulasi Mengawasi Market Maker?

Market maker tunduk pada peraturan pasar, bursa, dan regulator. Ketentuannya dapat mencakup kecukupan modal, pelaporan, kewajiban kuotasi, dan larangan manipulasi.

Market maker terdaftar tertentu diwajibkan menjaga harga beli dan jual dalam periode perdagangan. Kewajiban ini membantu memastikan pasar tetap memiliki likuiditas.

Namun, mereka masih dapat menyesuaikan spread dan ukuran order ketika risiko meningkat. Penyesuaian tersebut diperlukan agar mereka tidak mengambil eksposur yang tidak terkendali.

Broker juga memiliki kewajiban best execution. Dalam meneruskan order, broker perlu mempertimbangkan harga, kecepatan, kemungkinan eksekusi, serta kualitas tempat transaksi.

Mengapa Investor Perlu Memahami Market Maker?

Memahami cara kerja market maker membantu investor membaca kondisi likuiditas dan biaya transaksi. Bid-ask spread yang sempit biasanya menunjukkan persaingan dan aktivitas pasar yang tinggi.

Sebaliknya, spread yang melebar dapat menandakan meningkatnya volatilitas atau menurunnya likuiditas. Investor perlu lebih berhati-hati ketika menggunakan market order.

Konsep market maker juga menjelaskan mengapa harga terakhir tidak selalu sama dengan harga beli atau jual saat ini. Harga terakhir mencerminkan transaksi sebelumnya, sementara bid dan ask adalah kuotasi terbaru.

Investor dapat menggunakan limit order untuk menentukan batas harga transaksi. Limit order membantu mengontrol harga, tetapi tidak menjamin order akan tereksekusi.

Kesimpulan

Market maker adalah pihak yang secara aktif menyediakan harga beli dan jual agar transaksi dapat berlangsung lebih lancar. Mereka berperan dalam menjaga likuiditas, mempersempit spread, dan mendukung pembentukan harga.

Pendapatan market maker terutama berasal dari bid-ask spread. Namun, aktivitas tersebut tetap memiliki risiko inventory, adverse selection, teknologi, volatilitas, dan persaingan.

Market maker berbeda dari broker dan trader biasa. Broker meneruskan order, trader mengambil posisi berdasarkan arah harga, sedangkan market maker berfokus menyediakan likuiditas dan mengelola inventory.

Keberadaan market maker tidak menghilangkan risiko investasi. Namun, peran mereka membantu membuat proses membeli dan menjual aset menjadi lebih cepat serta efisien

Dapatkan Reward hingga $25

Ada reward khusus pengguna baru saat buka rekening, deposit & transaksi di XTB!

Ambil rewardnya!

FAQ

Market maker adalah perusahaan atau individu yang secara aktif menyediakan harga beli dan jual untuk membantu investor bertransaksi dengan lebih mudah.

Market maker membeli aset dari investor yang ingin menjual dan menjual aset kepada investor yang ingin membeli. Mereka mengelola inventory dan menyesuaikan kuotasi berdasarkan kondisi pasar.

Market maker berpotensi memperoleh pendapatan dari selisih bid-ask spread. Namun, hasilnya dapat berkurang atau berubah menjadi kerugian akibat pergerakan harga.

Tidak. Broker meneruskan order investor ke tempat eksekusi, sementara market maker menyediakan harga dan dapat menjadi lawan transaksi.

Ya. Market maker dapat rugi akibat perubahan harga, inventory berlebihan, adverse selection, kesalahan teknologi, atau volatilitas tinggi.

Market maker membantu menyediakan likuiditas, mempersempit spread, serta memungkinkan transaksi berlangsung lebih cepat dan efisien.

13 menit

Apa Itu Dollar-Cost Averaging (DCA)? Panduan untuk Investor

9 menit

Risiko Investasi Global yang Perlu Dipahami Investor

9 menit

Mengapa Kebiasaan Investasi Lebih Penting daripada Prediksi Pasar?

Materi pemasaran ini bukan merupakan rekomendasi investasi atau saran strategi investasi. Informasi ini tidak menjamin kinerja atau hasil investasi di masa mendatang. Aktivitas trading melibatkan risiko kerugian finansial yang signifikan, termasuk kemungkinan kehilangan sebagian maupun seluruh modal yang diinvestasikan. Segala keputusan trading sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu.

Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.
Instrumen keuangan yang kami tawarkan, khususnya derivatif, berisiko tinggi. Saham Fraksional (FS) merupakan hak fidusia yang diperoleh dari XTB atas bagian saham fraksional dan ETF. FS bukanlah instrumen keuangan yang terpisah. Hak korporasi yang terbatas dikaitkan dengan FS.